Foto China Airlines dan Eva Airlines. (Foto diambil dari CNA).
Maskapai penerbangan Taiwan diperkirakan akan memangkas hingga 53 penerbangan per minggu pada bulan Mei karena harga bahan bakar jet melonjak 122%, menurut data dari Badan Administrasi Penerbangan Sipil.
Seperti yang dilansir dari Taiwan News dan CNA, Kementerian Perhubungan mengatakan, harga bahan bakar jet CPC Corp. untuk rute internasional pada 1 April mencapai NT$41 per liter, naik 122% dari level sebelum Perang Iran. Harga bahan bakar jet untuk rute domestik mencapai NT$44,2 per liter, naik 116%, yang secara signifikan meningkatkan biaya operasional maskapai penerbangan.
Kementerian mengatakan pasokan bahan bakar dari CPC dan Formosa Petrochemical Corp. tetap normal. Namun, beberapa bandara di negara-negara termasuk Myanmar, Vietnam, dan Filipina telah mulai memberlakukan pembatasan bahan bakar. Kementerian menambahkan bahwa kenaikan tajam biaya bahan bakar tetap menjadi dampak operasional utama bagi maskapai penerbangan.
Hingga Senin, maskapai penerbangan membatalkan rata-rata 7,3 penerbangan per minggu pada bulan April, atau sekitar 0,2% dari total penerbangan. Pada bulan Mei, pembatalan diperkirakan akan meningkat menjadi rata-rata 52,6 penerbangan per minggu, atau 1,7%.
Menteri Perhubungan Chen Shih-kai (陳世凱) mengatakan bahwa kementeriannya tidak dapat mewajibkan maskapai penerbangan untuk menghindari pengurangan penerbangan, tetapi akan memantau dengan cermat kesulitan mereka. Jika memungkinkan, pemerintah akan memberikan bantuan untuk meminimalkan pemotongan layanan dan memperkuat komunikasi dengan maskapai penerbangan.








