3 days ago

Sarita, PMI Binaragawan Raih Penghargaan Terbarunya di Taoyuan dan Kaohsiung

Foto diambil dari Sarita.

Sarita (34), pekerja migran Indonesia (PMI), kembali meraih penghargaan dalam Kompetisi Binaragawan di taiwan, sehingga menjadikan prestasinya kembali bertambah sebanyak 24 medali dan 14 piagam,.

Sarita pernah diberitakan oleh CNA, Fokus Taiwan Indonesia bahwa dalam kurun waktu sekitar satu tahun sejak Agustus 2023 hingga April 2024, ia telah mengumpulkan 15 penghargaan. Kini, jumlah tersebut terus bertambah menjadi 24 medali dan 14 piagam.

Pada 21 Maret lalu, Sarita juga meraih juara pertama kelas 70 kilogram serta juara umum dalam Taoyuan City Games Mayor’s Cup Bodybuilding and Fitness Champion 2026.

Penghargaan terbarunya diraih pada 4 April di Kaohsiung, di mana ia berhasil menjadi juara pertama kategori pemula Men’s Physique, juara kedua kategori Open Men’s Physique, serta juara umum.

Terkait persiapan, Sarita mengatakan ia menjalani latihan intensif selama sekitar 40 hari menjelang kompetisi, bertepatan dengan awal bulan puasa.

“Saya mempersiapkannya saat awal bulan puasa hingga pada hari kontes tersebut. Persiapannya seperti latihan, dan juga menjaga pola makan,” tuturnya. “Kalau untuk persiapan mengikuti kompetisi, saya menggunakan program diet. Untuk program penurunan berat badan, nasinya saya ganti sayur dan buah. Untuk protein, saya tetap pakai dada ayam, daging sapi, dan telor, dan yang pasti harus mengurangi lemak otot. Boleh juga ditambah suplemen minuman protein lainnya,” ujar sang binaragawan.

Di akhir wawancara, Sarita berpesan kepada sesama pekerja migran Indonesia agar menjaga kesehatan melalui pola makan yang baik dan diimbangi dengan olahraga.

Ayuk belanja kebutuhan sehari-hari Anda di Indosuara!

Lihat Lebih Banyak

130NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品SARIAYU

599NT

HOME PLUS3C

170NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

499NT

MAKE UP KOSMETIK 化妝品SKIN CARE 保養品

Berita Terbaru Lainnya

PMI Dipekerjakan di Luar Kontrak, Akhirnya Majikan Dituntut NT$140 Ribu

Foto diambil dari SBIPT. Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di sebuah pabrik di Taoyuan dipaksa bekerja di rumah majikan untuk bersih-bersih, mengurus kantor, hingga menjaga anak selama delapan bulan, kata Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT), yang berhasil membantu menuntut kompensa...